Kamis, 16 Februari 2012

PUISI HUJAN YANG TERLUPAKAN


Di belantara hutan
yang tersesat telah lupa rasa hujan

Tak lagi terlihat indah rintik yang menghujam
di mata yang telah terpejam

Tak lagi terdengar merdunya yang jatuh menerpa dedaunan
di daun telinga yang telah hilang pendengaran

Tak lagi seperti dulu merasakan sejuk haru
di tubuh dan darah yang telah membiru

Apalagi sebuah arti
sedang diri diurai bakteri

Menyatulah bersama tanah
hilanglah sifat lemah


hutan hujan, 16 februari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

CERMIN


Di dalam mata adalah cermin
memantulkan bayang
apapun sesuatu
yang terlihat adalah cermin
memantulkan bayang
Yang Satu

MelihatNya yang melihat kita


7 februari 2012

Senin, 06 Februari 2012

BINTANG

Kalian adalah bintang-bintang yang mengagumkan
indah dalam malamku yang meski tanpa rembulan
bergetaran aku berlinangan
menetes dan jatuh dalam kegelapan
pecah di langit hitam bertebaran
bercahaya indah terang berkilauan
kiranya inilah alasan
malam memeluk dalam kegelapan
dan aku mulai bersyukur akan keindahan

Kalian adalah bintang-bintang
yang hanya dalam malam dapat dipandang
itupun kala langit tiada berawan : lenggang
yang entah berapa tahun cahaya terbentang
pesan yang kini sampai adalah sebuah kenang
kenang yang memercikkan bintang lain dari linang
bintang yang meski tiada sepertimu terang
cukuplah untukku sendiri merasa tenang
meski tak selalu kupahami, ku terima pesanmu dengan senang


Kegelapan, 5 februari 2012